Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 September 2017

Mubazir jika motor tidak ada yang bonceng



Ingat nafkah yang diberikan pada istri adalah infak, yang pasti akan mendapatkan ganti dan penuh berkah.
.
Dalam hadits qudsi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ
.
“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, berinfaklah, Allah akan mengganti infakmu.” (HR. Bukhari, no. 4684; Muslim, no. 993)
.
Silakan share bagi para jomblo. Moga Allah segerakan naik ke pelaminan.
.
@rumayshocom
| September 11, 2017 |

Selasa, 05 September 2017

Tentang hafalanmu, cukuplah satu ayat yang terlupa sebagai teguran keras dari-Nya


Lupa Lagi Lupa Lagi :

Jika ada yang mengeluh 'lupa lagi lupa lagi' sekarang pertanyaannya adalah sudah berapa kali kita mengulang hafalan? Apa kita sudah meluangkan waktu terbaik kita untuk Al-Qur'an? Atau jangan-jangan menghafal dan muraja'ah masih menjadi kegiatan sampingan yang dinomor akhirkan,hanya dilakukan jika sempat.

Atau mungkin muraja'ah nya tetap jalan tapi maksiatnya juga ga ketinggalan.

Ya, jalan dalam meraih kemuliaan menghafal Al-Quran pasti ada masalah, pokoknya ada saja halangan dan rintangan yang berusaha menghentikan kita dari menghafal Al-Quran.

Sumber : Hafal Al-Quran dan Lancar Seumur Hidup
| September 05, 2017 |

Minggu, 03 September 2017

Pendemo masjid adalah makhluk yang paling jahat



🚧 PENDEMO MASJID ADALAH MAKHLUK YANG PALING JAHAT

Asy-Syaikh Al-Mufassir As-Sa'di rahimahullah berkata,

لا أحد أظلم وأشد جرما، ممن منع مساجد الله، عن ذكر الله فيها، وإقامة الصلاة وغيرها من الطاعات

"Tidak ada yang lebih zalim dan lebih besar kejahatannya daripada orang yang menghalangi manusia berdzikir kepada Allah, sholat dan amalan ketaatan lainnya di masjid-masjid." [Tafsir As-Sa'di, hal. 63]

Dalilnya adalah firman Allah 'azza wa jalla,

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَن يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَن يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengha­lang-halangi nama Allah disebut dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak akan masuk ke dalamnya (masjid Allah) kecuali dengan rasa takut. Mereka di dunia mendapat kehinaan, dan di akhirat mendapat siksa yang berat." [Al-Baqoroh: 114]

🚧 SIAPAKAH MAKHLUK YANG PALING JAHAT ITU?

Asy-Syaikh Al-Mufassir As-Sa'di rahimahullah berkata,

فيدخل في ذلك أصحاب الفيل، وقريش، حين صدوا رسول الله عنها عام الحديبية، والنصارى حين أخربوا بيت المقدس، وغيرهم من أنواع الظلمة، الساعين في خرابها، محادة لله، ومشاقة

"Maka termasuk makhluk yang paling jahat tersebut adalah:

(1) Tentara bergajah yang hendak menghancurkan Kakbah,

(2) Kafir Qurays yang menghalangi Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam menuju Kakbah pada tahun terjadinya Perjanjian Hudaibiyah,

(3) Orang Nasrani yang merusak Baitul Maqdis,

(4) Semua orang zalim yang berusaha merusak masjid (baik merusak fisiknya atau non fisiknya, yaitu menghalangi manusia untuk beribadah di masjid).

Apa yang mereka lakukan itu adalah permusuhan dan penentangan kepada Allah." [Tafsir As-Sa'di, hal. 63]

💻 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/855736994575784:0

═════ ❁✿❁ ═════

➡️ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam - www.taawundakwah.com ⤵️



| September 03, 2017 |

Selasa, 29 Agustus 2017

Adakah puasa Tarwiyah?




DERAJAT HADITS PUASA HARI TARWIYAH

Oleh Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Sudah terlalu sering saya ditanya tentang puasa pada hari tarwiyah (tanggal delapan Dzulhijjah) yang biasa diamalkan oleh umumnya kaum muslimin. Mereka berpuasa selama dua hari yaitu pada tanggal delapan dan sembilan Dzulhijjah (hari Arafah). Dan selalu pertanyaan itu saya jawab : Saya tidak tahu! Karena memang saya belum mendapatkan haditsnya yang mereka jadikan sandaran untuk berpuasa pada hari tarwiyah tersebut.

Alhamdulillah, pada hari ini (3 Agustus 1987) saya telah menemukan haditsnya yang lafadznya sebagai berikut:
صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ كَفَّارَةُ سَنَةٍ، وَصَوْمُ يَوْمِ عَرفَةَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْن
ِ“Artinya : Puasa pada hari tarwiyah menghapuskan (dosa) satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun”.
Diriwayatkan oleh Imam Dailami di kitabnya Musnad Firdaus (2/248) dari jalan :
1. Abu Syaikh dari :
2. Ali bin Ali Al-Himyari dari :
3. Kalbiy dari :
4. Abi Shaalih dari :
5. Ibnu Abbas marfu’ (yaitu sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam)

Saya berkata : Hadits ini derajatnya maudlu’.

Sanad hadits ini mempunyai dua penyakit.
👉 Pertama.
Kalbiy (no. 3) yang namanya : Muhammad bin Saaib Al-Kalbiy. Dia ini seorang rawi pendusta. Dia pernah mengatakan kepada Sufyan Ats-Tsauri, “Apa-apa hadits yang engkau dengar dariku dari jalan Abi Shaalih dari Ibnu Abbas, maka hadits ini dusta” (Sedangkan hadits di atas Kalbiy meriwayatkan dari jalan Abi Shaalih dari Ibnu Abbas).Imam Hakim berkata : “Ia meriwayatkan dari Abi Shaalih hadits-hadits yang maudlu’ (palsu)”
Tentang Kalbiy ini dapatlah dibaca lebih lanjut di kitab-kitab Jarh Wat Ta’dil.
1. At-Taqrib 2/163 oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar
2. Adl-Dlu’afaa 2/253, 254, 255, 256 oleh Imam Ibnu Hibban
3. Adl-Dlu’afaa wal Matruukin no. 467 oleh Imam Daruquthni
4. Al-Jarh Wat Ta’dil 7/721 oleh Imam Ibnu Abi Hatim]. Tahdzibut Tahdzib 9/5178 oleh Al-Hafizd Ibnu Hajar
👉 Kedua
Ali bin Ali Al-Himyari (no. 2) adalah seorang rawi yang majhul (tidak dikenal).

Kesimpulan 
1. Puasa pada hari tarwiyah (8 Dzulhijjah) adalah hukumnya bid’ah. Karena hadits yang mereka jadikan sandaran adalah hadits palsu/maudlu’ yang sama sekali tidak boleh dibuat sebagai dalil.
Jangankan dijadikan dalil, bahkan membawakan hadits maudlu’ bukan dengan maksud menerangkan kepalsuannya kepada umat, adalah hukumnya haram dengan kesepakatan para ulama.
2. Puasa pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) adalah hukumnya sunat sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di bawah ini;
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ اَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ اَنْ يُكَفِّرَالسَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ، وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ اَحتَسِبُ عَلَى اللّهِ اَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
“Artinya : … Dan puasa pada hari Arafah –aku mengharap dari Allah- menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. Dan puasa pada hari ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram) –aku mengharap dari Allah menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu”.[Shahih riwayat Imam Muslim (3/168), Abu Dawud (no. 2425), Ahmad (5/297, 308, 311), Baihaqi (4/286) dan lain-lain]
Kata ulama : Dosa-dosa yang dihapuskan di sini adalah dosa-dosa yang kecil. Wallahu a’lam!

[Disalin dari buku Al-Masaa’il (Masalah-Masalah Agama) Jilid 2, Penulis Abdul Hakim bin Amir Abdat, Penerbit Darul Qalam – Jakarta, Cetakan I, Th. 1423H/2002M]

sumber FB putri
| Agustus 29, 2017 |

Selasa, 22 Agustus 2017

Jangan membuat orang lain jatuh cinta dengan pasangan kita



Jangan 
Membuat Orang Lain
Jatuh Cinta dengan Pasangan Kita
.
.

Tulisan untuk menasehati diri sendiri apabila sudah menjalaninya nanti.

Diantara karunia yang Allah berikan kepada hamba-Nya adalah pasangan yang sholeh/sholehah. Namun, dibalik itu ada "amanah besar" yang Allah titipkan pula, yaitu menjaganya.

Bermesraan bagi pasangan yang sudah halal tentu dibolehkan, bahkan berpahala.
Tapi apakah semuanya harus selalu diposting di dunia maya?
Tidak cukupkah untuk dikonsumsi berdua saja?

Sedikit contoh, upload foto berdua bergandengan ditambah caption
📝Hari pertama : Terimakasih istriku, kau anugerah terindah yang kumiliki
📝Hari kedua : Kau suami terbaik, pengertiannya luar biasa.
Begitulah seterusnya, sehingga semua gerak-gerik kita dan pasangan seolah-olah harus diketahui jagad maya.

Manusia itu mudah jatuh cinta pada kebaikan orang lain.
Lihat ada hafizh menikah
"Wah mau donk yang seperti itu satu untuk saya"
Lihat ada suami yang pandai mengasuh anak
"Ya Allah berikan satu yang seperti itu"
Lihat ada istri yang cantik "Alangkah beruntungnya laki-laki yang mendapatkanmu"

Jatuh cinta itu fitrah
Entah karena kebaikan hati
Atau karena keindahan rupa

Apabila orang zaman dahulu yang tidak bersosial media mudah terjebak fitnah, maka apatahlagi dengan kita.?
Mentang-mentang istri cantik terus saja di upload fotonya.
Mentang-mentang suami baik luar biasa terus saja upload kemesraan dan kebaikannya.

Satu yang tidak disadari munculnya "pelakor" dan "pebinor" adalah karena terlalu sering mengumbar kebaikan pasangan di dunia maya.
Sehingga memberikan celah bagi setan untuk menggoda manusia dan merusak mahligai rumah tangga.

Ayah dan ibu kita mungkin tidak bersosial media.
Tapi apakah mereka tidak bahagia
Tentu tidak, mereka bahagia dengan keluarga mereka, tanpa harus menpublikasikan kemesraan di dunia maya.
Karena mereka menyadari bahwa kemesraan adalah privasi mereka, bukan konsumsi publik yang harus diumumkan di sosial media.

Kita tidak punya kuasa terhadap hati orang lain, tapi kita dapat menjaga agar orang lain tidak jatuh cinta pada pasangan kita dengan tidak sering mempublikasikan kemesraan kita di dunia maya.

Jangan membuat orang lain jatuh cinta dengan pasangan kita

Cukup keindahan rupanya hanya kita yang tahu tanpa perlu diposting.
Cukup kebaikan hatinya kita syukuri tanpa perlu publikasi.

Jangan membuat orang lain jatuh cinta dengan suami kita jika tidak siap dipoligami.
Jangan membuat orang lain jatuh cinta dengan istri kita jika tidak siap ditinggal pergi.

Semoga lebih bijak dalam memposting kemesraan kita dengan pasangan.

#hanyauntukcintayanghalal
__
*N
ACT Elgharantaly
| Agustus 22, 2017 |

Kamis, 17 Agustus 2017

Merdeka itu Hijrah


Merdeka Itu Hijrah
.
.
Bismillah
Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa memberikan kekuatan untuk istiqomah menjadi pribadi yang lebih baik

Merdeka itu hijrah
Tentu bukanlah hijrah tempat
Tapi hijrah perilaku dan juga tabiat
Dengan Rabb-Nya lebih dekat dan taat

Merdeka itu hijrah
Dari yang suka marah-marah
Menjadi pribadi yang lebih ramah
Ditunjukkan dengan akhlaqul karimah

Merdeka itu hijrah
Dari yang senangnya kompetisi
Menjadi kolaborasi dan berbagi
Karena kita tak bisa hidup seorang diri

Merdeka itu rakhmat Allah
Sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD NRI 1945 Paragraf ketiga "Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya

Merdeka itu hijrah
Hijrah dengan mencari rakhmat Allah
Para pejuang kemerdekaan dahulu paham betul, bahwa hanya dengan beriman, berhijrah dan berjihad, mereka akan mendapat rakmat Allah untuk kemerdekaan
Sebagaimana Allah azza wa jalla berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 218)

Negeri ini tidak kekurangan orang pintar
Negeri ini tidak kekurangan orang hebat
Negeri ini kekurangan orang yang bersungguh-sungguh bertaqwa kepada Allah Azza wa jalla baik dalam ibadah ritual maupun sosial

Banyak insinyur di negeri ini
Banyak dokter di negeri ini
Banyak guru di negeri ini
Banyak pengusaha di negeri ini
Tapi coba perhatikan
Berapa banyak insinyur, dokter, guru dan pengusaha yang hafal Al-Quran?. Tidak usah seluruhnya atau separohnya, tidak usah 30 Juz, minimal Juz 30, berapa banyak...?
Berapa banyak diantara kita yang bersungguh-sungguh mengamalkan isi Al-Quran?

Orang yang merdeka adalah orang yang beriman dan berhijrah
Orang yang ingin menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari

Mulai dari diri sendiri
Mulai dari keluarga sendiri
Mulai dari kampung sendiri
Semoga negeri ini menjadi negeri yang lebih baik lagi

Amiin

ACT
| Agustus 17, 2017 |

Senin, 14 Agustus 2017

Anabete : Anabelle versi Islam


Anabete 😒
Lebih ceyem daripada Annabelle loh! 😑

BT (dibaca : bete), istilah yang dipake nax-nax gahool و keqiniyyan dari jaman baheula yang masih dipake sampe sekarang. Identik sama keadaan orang yang lagi gundah, muram, dan moodnya ilang. Biasanya gara-gara bosen ga ngapa-ngapain, sampe bingung mau ngapain, atau karena tingkah laku orang lain. Nah ati-ati nih, itu permainan setan.

Bete itu salah satu bentuk emosi dari diri kita. Kalo ga di manfatin ke hal yang positif, bisa berabe. Misal nih :

1. Ah gua bete nih di rumah mulu - Begitu ada temen ngajak maksiat, kuy ajah.. (prett lah..)

2. Ah gua bete nih gapunya duit - Begitu ada yang ngajakin nyopet, di iyain..

3. Ah gua bete nih sama si A - Begitu ada yang ikut gosipin sama jelekin si A, nimbrung dah..

Bahaya kan? Malah bikin dosa.

Biar ga bete teruz
Banyakin baca ta'awuz
Supaya setan-setannya pada mam...bakar dirinya sampe hanguz.. 😅😅😅 (mimin #3).

🔵 BACAAN TA'AWUDZ

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim (artinya: aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk).”

🔊 Bârokallâhu fîk 📣
📷 @Cyberohis



| Agustus 14, 2017 |

Selasa, 08 Agustus 2017

Tidak semua lulusan dari Madinah menjamin manhaj atau aqidahnya lurus, ini sebabnya



TIDAK SEMUA LULUSAN DARI MADINAH MENJAMIN MANHAJ ATAU AQIDAH NYA LURUS !

KARENA BEBERAPA SEBAB/FAKTOR :

- Datang dari Latar Belakang berbagai Paham ataupun Firqoh ,seperti : ( Ikhwanul Muslimin,Sufi,Asy-Ariyyah,Maturidiyyah ,Liberal,atau bisa juga Syiah yang sedang Taqiyah ,dll)

- Niat /Iktikad Awal Yang Tidak Baik ,Datang belajar ke Madinah hanya untuk beberapa Kepentingan ... seperti hal nya Para Ikhwanis (manhaj Ikhwanul muslimin ) dengan dasar aqidah hizbiyyah/pergerakan /politik dan mereka Mempelajari Sunnah hanya sebatas sebagai pengetahuan saja ...inilah yang kemudian melahirkan gerakan Dakwah yang rusak seperti :Harokah ,Manhaj Muwaazanah ,Manhaj Pramuka atau Manhaj Gado-Gado

- Hati Manusia Selalu Berubah,dan Hidayah Hanya Milik Allah 

-Dan Sebagaimana pula Layaknya Para Jamaah Haji dari Seluruh Negara ... Maka Arab Saudi Tidak Bisa Melarang sebuah Aliran Tertentu Untuk DiLarang Masuk Ke Mekah

___________________________________

Syaikh Ali bin Ghozi at Tuwaijiry ditanya:

Apakah semua orang yang lulus dari Universitas Islam Madinah Salafy memiliki Manhaj yang lurus?

Syaikh menjawab:

TIDAK!

Ini adalah tazkiyah (rekomendasi) dan ini adalah sebuah musibah!

Syaikh melanjutkan membaca pertanyaan:

karena telah tersebar di Youtube dan internet seorang Dai (lulusan universitas Islam Madinah) -yang menyelusup di tengah2 Salafi- yang mengatakan:
Tidak ada kelompok salafy, dan penisbahan kepada salaf tidak di syariatkan?

Syaikh menjawab:

Bagaimanapun, seharusnya di lihat perkataan dan perbuatannya kemudian baru dihukumi. Adapun perkataan (rekomendasi) tanpa bayyinah (bukti nyata) tidaklah diterima.
Lulus dari Universitas islam (Madinah) salafiyyun -dan merekalah yang terbanyak dan dominan insya Allah- dan lulus darinya kholafiyyun (ahlul bid'ah) Allahul musta'an.
Bahkan ada yang menyembunyikan bid'ah dan keburukannya sampai ia lulus, baik dari kelompok ini dan itu,kelompok hizbiyyun atau yang semacamnya sampai ia lulus dari universitas.

Kemudian saya katakan: menjauhlah dari tazkiyah umum kepada kelompok tertentu. Karena tazkiyah umum kepada kelompok/golongan tertentu tidaklah teliti dan rinci sama sekali. (Misalnya) Manusia mengatakan: penduduk mekah seluruhnya baik, atau penduduk indonesia seluruhnya baik, ini adalah kesalahan besar, kedzoliman dan perbuatan aniaya. Manusia tidaklah pada satu derajat yang sama.

Ustadz "DW " Lc.
Faedah Dauroh Batu, Malang, Juli 2016

Allahul Musta'an

| Agustus 08, 2017 |

Jumat, 04 Agustus 2017

Hukum baiat kepada selain pemerintah



Jadi ingat perkataan Ust. DR. Khalid Basalamah, yang maknanya :
- jika hari ini ada bai'at, maka kepada Jokowi bai'at itu diberikan.
....

Nb :
Itu lagi ramai ada yang bai'at kepada selain pemerintah, batil tuh



La Ode
| Agustus 04, 2017 |

Rabu, 02 Agustus 2017

Hukum pekerjaan dari pendapatan Artis joget dan Musik


Mari kita menelusuri hukum pekerjaan dari pendapatan joget dalam Islam

1. Kita ketahui dalam acara joget pasti ada musik dan itu hukumnya haram, baca di http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/harta-penghasilan-dari-bidang-musik.html
2. Ada bercampurnya pria dan wanita dan ada yang buka aurat, ini hukumnya juga haram : https://almanhaj.or.id/2844-ikhtilath-sebuah-maksiat.html

Dapat kesimpulan bahwa pekerjaan dari pendapatan artis joget adalah haram, semoga kita semua diberi hidayah aamiin

| Agustus 02, 2017 |

Minggu, 23 Juli 2017

Hukum mendoakan RIP untuk orang yang meninggal non Muslim (kafir)


REST in PEACE . Tanya : RIP/rest in peace itu bahasa inggris yang biasa dipakai nasrani untuk mendoakan orang mati diantara mereka. Bolehkah seorang muslim mengucapkan RIP & mengucapkan RIP kepada Non Muslim? . Jawab: . بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . Pertama: Jika ucapan tersebut adalah kebiasaan orang-orang kafir maka hukumnya haram karena seorang muslim diharamkan menyerupai orang-orang kafir. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, . مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ . “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari mereka.” [HR. Abu Daud dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Al-Irwa’: 1269] . Kedua: Kalaupun ucapan tersebut bukan kebiasaan orang-orang kafir maka tetap saja tidak dibenarkan karena tidak berdasarkan dalil Al-Qur’an & As-Sunnah, dan tidak pula bermakna do’a. Adapun yang disyari’atkan adalah mengucapkan istirja’ (innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’un) dan mendo’akan agar si mayit diampuni, dengan do’a-do’a yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, seperti do’a Nabi shallallahu’alaihi wa sallam untuk Abu Salamah, . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَبِى سَلَمَةَ وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِى الْمَهْدِيِّينَ وَاخْلُفْهُ فِى عَقِبِهِ فِى الْغَابِرِينَ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ وَافْسَحْ لَهُ فِى قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ . “Ya Allah ampunilah Abu Salamah, angkatlah derajatnya di tengah orang-orang yang mendapatkan hidayah, gantikanlah sepeninggalnya untuk orang-orang yang ia tinggalkan, ampunilah kami dan dia ya Rabbal ‘aalamiin, luaskanlah kuburannya dan terangilah dia padanya.” [HR. Muslim dari Ummu Salamah radhiyallahu’anha] . Ketiga: Jika makna ucapan tsb adalah, “Beristirahatlah dalam damai” maka itu tidak benar, sebab kita tidak tahu kondisi orang yang mati, apakah ia dalam keadaan mendapat nikmat atau azab kubur. Demikian pula setelah hari kebangkitannya, kita tidak tahu apakah ia termasuk penghuni surga atau neraka. . Keempat: Jika si mayit itu mati dalam keadaan kafir maka sudah pasti ia termasuk penghuni neraka, bagaimana bisa dikatakan: Beristirahatlah dalam damai ?! . 

Dakwah Tauhid
| Juli 23, 2017 |

Minggu, 16 Juli 2017

Hukum memakai gamis panjang menyapu jalan



“Mbak, mau nyapu jalan ya?
Itu lho gamisnya kepanjangan, sampai ke tanah.”
“Sudah lebar, panjang pula.
Apa ga kotor? Kalau kena najis di jalan gimana?
Gak sah donk kalau pakaiannya dipakai sholat.” 

“Iiiih… Jadi muslimah kok jorok sih? mbo’ panjangnya yang biasa aja, Ga usah berlebihan. Biar ga kotor…”

***

Dear Shalihah, sering mendengar komentar semacam ini?

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan mengenai bagian bawah pakaian, Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata kepada Rasulullah, “Lalu bagaimana dengan pakaian seorang wanita wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Hendaklah ia mengulurkannya satu jengkal,” Ummu Salamah berkata, ‘Jika demikian masih tersingkap ” Satu hasta saja dan jangan lebih dari itu,” jawab beliau. (HR. At Tirmidzi. Hadits hasan shahih)

Dari hadits di atas dapat ditarik dua kesimpulan, yaitu:

Pertama, bahwa seorang wanita wajib menutup kedua matakakinya dengan pakaiannya.

Kedua, boleh hukumnya memanjangkan pakaian bagi seorang wanita dengan ukuran sebagaimana telah dijelaskan hadits di atas.

Lalu Apa Tidak Kena Najis?
Tidak Sah di Pake Shalat Donk?

Dari seorang ibu putra Ibrahim bin Abdurrahman bin ‘Auf bahwa ia pernah bertanya kepada Ummu Salamah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Sesungguhnya aku adalah seorang perempuan yang biasa memanjangkan (ukuran) pakaianku dan (kadang-kadang) aku berjalan di tempat kotor?’ maka Jawab Ummu Salamah, bahwa Nabi pernah bersabda, “Tanah selanjutnya menjadi pembersihnya.” (HR. Ibnu Majah, Imam Malik dan Tirmidzi. Hadits shahih).

Nah Jadi Jika Kena Najis Maka Langkah Kaki Selanjutnya Membersihkan Najis Tersebut.

Sudah Tahu Kan Sekarang?
Kalau Sudah Tahu Jangan Lupa share dan Tag 5 Sahabatmu ya, sebagai dakwahmu hari ini, InsyaaAllah menjadi pahala 

Lalu apa Sih Namanya Jilbab yang Menyapu Tanah Itu?
Nah itu Namanya "Irkha".

Sumber : Majelis Tausiyah Cinta
| Juli 16, 2017 |
Back to Top