Tampilkan postingan dengan label TheRabbaanians. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TheRabbaanians. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 September 2017

Sambutan bagi jamaah Haji


Sambutan Bagi Jama'ah Haji

Sudah beberapa hari ini sampai beberapa waktu ke depan, satu demi satu tamu-tamu ALLAH pulang dan mendarat di tanah air. 
Mungkin diantara mereka ada saudara dan anggota keluarga Anda, atau teman serta sahabat Anda, atau... pastinya mereka semua saudara seiman kita.

Tidak ada penyambutan yang lebih indah dan bermakna untuk mereka dari sebuah doa tulus yang terpanjat, doa yang dibaca Ibnu Umar -radhiyallahu 'anhu- saat beliau menyambut jamaah haji:

تقبل الله نسكك واعظم اجرك واخلف نفقتك

"Semoga ALLAH menerima ibadah hajimu, memperbesar pahalamu dan mengganti seluruh biaya yang engkau keluarkan."
(Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 15814)

 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

Telegram
@muhammadnuzuldzikri


The Rabbaanians
| September 15, 2017 |

Sabtu, 09 September 2017

Bila rekaman masa lalu menghampiri




Bila Rekaman Masa Lalu Menghampiri

Jangan melumuri hatimu dengan lumpur masa lalu
Jangan menangisi nasi yang sudah menjadi bubur
Jangan meratapi susu yang tumpah
Jangan menyesali kendi yang pecah

Bila semua itu terjadi, maka percayalah bahwa semuanya berjalan dengan takdir Ilahi. Kamu harus bijak menghadapi kendi yang pecah, demi untuk masa depan yang cerah, dan menjaga agar kendi yang lainnya selamat. Ingatlah pada sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ: قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan." (HR. Muslim)

Lanjutkanlah langkahmu, jangan diam di tempat, karena kalau kau mengumpulkan segala manusia di muka bumi ini, untuk mengembalikan nasi yang menjadi bubur, mereka tidak akan bisa melakukannya. Tapi kamu bisa mencari beras, lalu memasaknya, dan tatkala itu ambillah pelajaran dari masa lalumu, agar ia tidak menjadi bubur lagi.

Yakinilah bahwa semua berjalan sesuai dengan takdir Ilahi, bahkan semuanya sudah dicatat 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi, maka lanjutkan perjalanan dengan penuh semangat dan tetap menjadikan masa lalu sebagai guru yang bijak. Allah berfirman:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS: At Taghabun: 11)

Ustadz DR. Syafiq Riza Bin Basalamah, MA حفظه الله

The Rabbaanians
| September 09, 2017 |

Jumat, 08 September 2017

Penghilang rasa sakit



Penghilang Rasa Sakit

"Jika ridha kepada ALLAH itu kuat, niscaya hilanglah semua rasa sakit."
(Ibnu Rojab, Jaami' 'Ulum wal Hikam 488)

Bukan kongkow,
Bukan sebatas curhat dengan makhluk,
Bukan obat penenang,
Namun ridha pada Sang Pencipta yang mentaqdirkan dengan penuh hikmah dan kasih sayang.

‏﴿٥٩﴾ وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا۟ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ سَيُؤْتِينَا ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَرَسُولُهُۥٓ إِنَّآ إِلَى ٱللَّهِ رٰغِبُونَ

(59) Kalau saja mereka sungguh-sungguh *ridha* dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi kami". *niscaya Allah akan memberikan karunia-Nya* dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah," (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).
(At Taubah: 59)

 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

Telegram
@muhammadnuzuldzikri


The Rabbaanians
| September 08, 2017 |

Selasa, 05 September 2017

Sabar dan optimis, itu kunci semua pintu tertutup




Sabar & Optimis; Kunci Bila Semua Pintu Tertutup

Bila semua pintu telah tertutup
Ketika semua jalan buntu
Maka tatkala itu pasti pintu Allah Ta'ala dibuka
Dan jalan menuju-Nya tembus, maka
Yakinlah dengan pertolongan Allah
Tatkala Nabi Musa Alaihissalam melarikan diri bersama kaumnya
Sehingga menemui jalan buntu
Lautan yang tanpa sarana untuk menyeberang, 
Tiada kapal dan tiada jembatan, kaumnya pada pesimis
Momok yang menakutkan telah nampak dan mendekati mereka
Bayangkanlah suatu pemandangan yang sangat mengharukan 
Di hadapan mereka lautan dan di belakang mereka 
Tentara-tentara Fir'aun yang siap menghabisi
Bagaimana tidak pesimis orang-orang yang imannya lemah

Namun tidak demikian dengan sang Nabi, ia tetap optimis, keimanannya telah merasuk ke relung-relung hatinya bercampur dengan darah yang dipompakan oleh jantungnya ke seluruh jiwa dan raganya, dan itu mengantarkan beliau untuk berhusnuddhan kepada Allah, Allah telah berfirman dalam sebuah hadits qudsi,

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (HR. Bukhari no. 7405 Muslim no 2675).

Ustadz DR. Syafiq Riza Bin Basalamah, MA حفظه الله

The Rabbaanians
| September 05, 2017 |

Rabu, 30 Agustus 2017

Hari Arafah hari pembebasan dari api Neraka



HARI PEMBEBASAN

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

"Tidak ada satu hari pun dimana jumlah hamba yang ALLAH bebaskan dari api neraka lebih banyak dari hari 'Arafah..."
(HR. Muslim)

Saudaraku,
Hari ini adalah hari pembebasan dengan kuota terbanyak.

Hadirkan harapan dan kecemasan pada hari ini!
Perbanyaklah berdoa dan berdzikir pada hari ini!
Kerjakan amal shalih semaksimal mungkin pada hari ini!

Semoga saya dan anda semua termasuk ke dalam hamba-hamba yang dibebaskan dari siksa api neraka.

 Muhammad Nuzul Dzikri

Telegram
@muhammadnuzuldzikri


The Rabbaanians
| Agustus 30, 2017 |

Selasa, 29 Agustus 2017

Badai pasti berlalu



Badai Pasti Berlalu

Yakin dan percayalah bahwa kau pasti bisa menghadapinya dengan bantuan Ilahi, musibah yang datang telah disesuaikan dengan kadar dan volume keimanannya.

Yakinlah bahwa badai pasti berlalu, mentari akan terbit di ufuk timur untuk mengusir kegelapan malam. Dari sejak diciptakannya bumi sampai hari ini, dan sampai kiamat bangkit insyaAllah, semua badai pasti berlalu. Topan yang begitu dahsyatnya, yang pernah menenggelamkan bumi ini di masa Nabi Nuh Alaihissalam juga telah berlalu. Badai Katrina yang begitu menakutkan, dan telah memporak-porandakan Amerika Serikat juga berlalu. Tsunami Aceh yang menelan ratusan ribu korban jiwa juga berlalu. Jadi semua yang menimpamu akan berlalu.
Malam akan berganti siang. Air matamu akan kering menjadi. Senyuman yang menghias di bibir.

Namun kau harus menanti dan menanti, sambil menata hati dan mengikatnya dengan tali _rodja_ (pengharapan) dan _khauf_ (ketakutan) yang tak boleh berhenti serta membalut semua itu dengan cinta kepada Rabbi yang Maha Penyayang, untuk mendamaikan hari yang kadang ingin badai itu segera diakhiri.

Allah Jalla jalaluhu telah membuat suatu keputusan yang tidak akan pernah berubah, Dia berfirman:

...فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا...

"..Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,.." (QS: Al Insyirah: 5)

Dan pernyataan itu Allah tegaskan kembali, dengan mengulangi ayat tersebut:

...إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

"..sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS: Al Insyirah: 6)

Bacalah dan hayati kembali kedua ayat di atas. Sungguh jalan yang buntu akan tembus. Pintu yang tertutup akan terbuka. Mendung yang gelap akan tersingkap. Dan pasti secercah cahaya akan menyeruak dan menerangi. Itu adalah janji Sang Pencipta
Dan rahmat Allah Jalla Jalaluhu telah mengalahkan murka-Nya.

✍🏻 Ustadz DR. Syafiq Riza Bin Basalamah, MA حفظه الله


The Rabbaanians
| Agustus 29, 2017 |

Rabu, 23 Agustus 2017

Wakaf pembebeasan lahan dan pembangunan asrama ikhwan mahad tahfidz Alquran Imam Syathiby



*LADANG PAHALA DI 10 HARI AWAL DZULHIJJAH**

WAKAF PEMBEBASAN LAHAN & PEMBANGUNAN ASRAMA IKHWAN MA'HAD TAHFIDZ AL QUR'AN IMAM SYATHIBY (CILEUNGSI, BOGOR - JAWA BARAT)

💫Menyambut datangnya ied Ad'ha dan hari - hari yang penuh berkah di bulan DzulHijjah ini kami mengajak kaum muslimin untuk meningkatkan investasi akhirat dan mengembangkan modal kebaikan dari sebagian rizki yang Allah Ta’aala anugrahkan dengan bersama - sama ta'awun fil birr wa taqwa dalam proyek :

🌟 Pembangunan Gedung Asrama Ikhwan Ma'had Tahfiz Al Qur'an Imam Syathiby 🌟

Management Ma'had mengajak kaum muslimin untuk bekerjasama menyisihkan sebagian harta untuk pembebasan lahan dan pembangunan gedung Tahfizh ikhwan sebagai waqaf jariyah yang akan terus mengalir pahalanya dan kemanfaatan nya untuk Generasi Penerus Dakwah Sunnah.

🍃Salurkan Donasi Jariyah Anda Melalui :
🏢Bank Syariah Mandiri Cabang Cibubur
💳756-2323-001
👤a/n Yayasan Cahaya Sunnah
📲Konfirmasi 0813-8562-9990

(Mohon lebihkan di akhir nominal transfer 500 Sebagai kode khusus bantuan untuk pembangunan asrama Ikhwan)
Contoh : Rp 1.000.500

www.syathiby.com

📌Atas dukungan dan bantuan para Muhsinin kami ucapkan terima kasih teriring do'a kami
جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم وفي أموالكم


The Rabbaanians
| Agustus 23, 2017 |

Kamis, 17 Agustus 2017

Sedang ada masalah atau menghadapi sebuah kendala?



*Sedang Ada Masalah atau Menghadapi Sebuah Kendala?*

Mintalah pertolongan kepada ALLAH!

Caranya? 

Simak ayat berikut ini:

‏﴿٤٥﴾ وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ

"Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat."
(QS. Al Baqarah: 45)

Benar saudaraku, 
caranya dengan selalu bersama kesabaran; menahan diri, emosi serta nafsu agar tidak terjatuh dalam dosa 
dan melanggar ketentuan ALLAH. 

Dan jagalah selalu shalat wajib kita, lalu perbanyak shalat-shalat sunnah, bermunajatlah kepada ALLAH, sujudlah pada-Nya. 

Mungkin ada menyeletuk: "Kalau hanya sabar dan shalat, itu sih mudah!"

Saudaraku,
Bersabar dan menjaga shalat tidak semudah yang kita bayangkan, hanya orang-orang istimewa saja yang mampu meraihnya. 

Mari kita simak kelanjutan ayat diatas:

‏وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخٰشِعِينَ

"Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'."
(QS. Al Baqarah: 45)

Hanya orang yang khusyu,
Hanya mereka yang rendah hati,
Hanya mereka yang tunduk serta bersimpuh di hadapan ALLAH,
Hanya mereka yang percaya dengan janji dan ancaman ALLAH🖌

Ya, hanya merekalah yang sanggup melakukannya, dan menikmati manisnya pertolongan ALLAH.

Adapun orang meninggikan diri, mengedepankan akal, harta dan tahta di atas kekuatan dan ilmu serta taufiq ALLAH, rasanya ia akan kesulitan untuk bersabar dan menjaga shalat dan pada akhirnya pertolongan ALLAH pun tak kunjung datang. 

🖌 tafsir orang-orang yang khusyu' dalam QS. Al Baqarah: 45, Tafsir Ibnu Katsir

 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

Telegram
@muhammadnuzuldzikri


The Rabbaanians
| Agustus 17, 2017 |

Minggu, 13 Agustus 2017

Hampir semua orang pernah mengalami kegagalan


*Hampir Semua Orang Pernah Mengalami Kegagalan*

Tentunya dengan bentuk, jenis dan volume yang bervariasi:
Ada yang gagal dalam membina rumah tangga
Ada yang tidak berhasil dalam usahanya
Ada yang tidak lulus dalam sekolahnya.
Ada yang tersingkirkan dari jabatannya atau 
Terdepak dari kedudukannya
Ada yang dikeluarkan dari pekerjaannya.

Menghadapi semua itu, bercerminlah pada sebuah anak panah; ia ditarik mundur, demi untuk melesat maju ke depan dengan sangat cepat dan jauh meninggalkan yang lain. 

Pasti ada hikmah di balik semuanya. Lihatlah perjuangan Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam di kota Mekkah, Thaif dan pada akhirnya beliaupun diusir dari kota tercinta itu, untuk apa?

Untuk melesat ke depan menyebarkan Islam dan menaklukan mereka yang mengusirnya. Dan perjuangan demi perjuangan yang kadang bercampur kegagalan tidak membuat beliau ciut untuk maju ke depan bersama para sahabatnya.

✍🏻 Ustadz DR. Syafiq Riza Bin Basalamah, MA حفظه الله تعالى

The Rabbaaanians
| Agustus 13, 2017 |

Rabu, 09 Agustus 2017

ATM berjalan atau penasehat?



ATM berjalan atau penasehat?

"Saudara yang jika bertemu denganmu senantiasa mengingatkanmu tentang berbagai nikmat ALLAH dan kewajibanmu kepadaNya lebih baik dibanding saudara yang apabila bertemu denganmu selalu memberikanmu dinar (uang) ke dalam sakumu."
(Bilal bin Sa'ad -rahimahullah-, Raudhatuz Zaahidiin 77)

Tapi harus diakui banyak orang yang lebih suka merapat ke ATM berjalan dibanding bersama teman yang mengungkapkan rasa sayangnya dengan mutiara-mutiara nasehat.

 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

Telegram
@muhammadnuzuldzikri


The Rabbaanians
| Agustus 09, 2017 |

Senin, 07 Agustus 2017

Dunia, penjara mukmin



*Dunia itu Penjara Bagi Orang Beriman*

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ »

_Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.”_ (HR. 
Muslim)

Inilah sebuah hadits yang sangat besar sekali yang telah memberikan pelajaran yang sangat berharga dalam hidup dan kehidupan kita di dunia dan akhirat. Hadits ini telah menjelaskan kepada kita sejelas-jelasnya, sehingga tidak ada lagi kesamaran dalam pandangan dan keraguan atau kebimbangan di hati. Sebuah perbandingan di antara kesenangan dan kesusahan di dunia dengan kesenangan dan kesusahan atau kesengsaraan di akhirat. Dia sebagai pemisah yang memisahkan atau pembeda yang membedakan di antara mukmin dan kafir dalam menjalani dan mengarungi kehidupan mereka di dunia yang fana ini dan di akhirat kelak.

Bagi setiap mukmin yang ta'at, maka sesenang apapun dia di dalam kehidupan dunia ini dengan memiliki kekayaan yang melimpah ruah atau kekuasaan yang besar, maka tetap saja dunia ini baginya adalah sebuah penjara yang memenjarakannya dinisbahkan dengan kesenangan surga, sampai dia bebas dari penjara dunia kembali ke akhirat dan masuk ke dalam surga.

✍🏻 Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat.
(Kitab Zuhud dan Riqaa-iq)


The Rabbaanians
| Agustus 07, 2017 |

Rabu, 02 Agustus 2017

Beribadah disaat manusia lalai



*Berhijrah ke Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam-, mungkinkah?*

Ada peluang bonus yang menarik bagi anda yang menjamu bulan Dzul Qa'dah dan bulan-bulan haram lainnya dengan memperbanyak ibadah dan menjauhi dosa.

Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

العبادة في الهرج كالهجرة إلي

*"Beribadah di waktu harj (fitnah atau di saat manusia lalai) seperti berhijrah kepadaku."*
(HR. Muslim)

Saat mayoritas orang lupa menjamu bulan Dzul Qa'dah dan anda sibuk beribadah dan beramal shalih, maka semoga anda *mendapatkan pahala yang begitu bergengsi... berhijrah menuju Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam-."*

*Selamat berhijrah!*

(Syarah Shahih Muslim 18/88)

 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

Telegram
@muhammadnuzuldzikri

The Rabbaanians
| Agustus 02, 2017 |

Senin, 31 Juli 2017

Kalau kau harus hidup miskin


KALAU KAU MISKIN

Kalau kau harus hidup miskin
Bila rizkimu seret
Bila pekerjaanmu tak menghasilkan
Bila usaha yang sudah bertahun-tahun dibina bangkrut
Bila lamaranmu ditolak di sana dan sini
Maka ketika itu yang terjadi, berbaiksangkalah kepada Allah yang Maha penuh Hikmad dalam semua ciptaanNya.
Yakinlah bahwa Allah mengetahui sedangkan kamu tidak
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda memberikan arahan bagi yang rizkinya seret:

“Sesungguhnya Allah akan menjaga hambaNya yang beriman – dan Dia mencintaiNya- seperti kalian menjaga makanan dan minuman orang sakit (di antara) kalian, karena kalian takut pada (kematian)nya.” (HR. Al Hakim, Ibnu Abi ’Ashim dan Al Baihaqi).

Mungkin kalau kau selalu sukses dalam usaha dan pekerjaannmu;
Mungkin kalau tubuhmu senantiasa sehat wal'afiat;
Mungkin kalau kau terus hidup bergelimang harta;
Mungkin kau akan lupa dengan kenikmatan yang abadi.
Kenikmatan yang lebih indah dari dunia dan isinya.
Kenikmatan yang bila kau tidak merasakannya, maka bisa jadi kau tidak akan merasakan surga yang berada di akhirat,
yaitu kenikmatan mencintai dan mengenal Allah yang menciptakan dirimu dan semua makhluk.

Maka karena rahmatnya kepadamu, ia membuatmu miskin dan melarat demi untuk menyelamatkanmu
Kemiskinan akan menarikmu kembali kepada Allah
Mengantarkanmu kepada gerbang Ilahi
Membuat lisanmu senantiasa berzikir
Wajahmu selalu kau sapu dengan air
Keningmu selalu kau tempelkan dengan bumi
Suaramu selalu lirih meminta, memohon dan mengadu.

✍🏼 Ustadz DR. Syafiq Riza Bin Basalamah, MA حفظه الله تعالى


The Rabbaanians
| Juli 31, 2017 |

Sabtu, 29 Juli 2017

Bulan Dzulqa'dah dianak-tirikan



*"Dianak-tirikan"*

Ia adalah bulan mulia...
Bulan ibadah...
Bulan yang memiliki 2 gelar:

1. Bulan Haji

ALLAH ta'ala berfirman:

ٱلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومات

"Musim haji jatuh pada beberapa bulan yang telah diketahui (Syawwal, Dzul Qa'dah, 10 hari pertama Dzul Hijjah)."
(Al Baqarah: 197)

2. Bulan Haram

Bulan dimana *dosa* dilipatgandakan, sebagaimana *pahala* setiap tetesan keringat dan langkah kebajikan dilipatgandakan.

ALLAH ta'ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram/mulia (Dzul Qa'dah, Dzul hijjah, Al Muharram, dan Rajab)."
(At Taubah: 36)

Namun...
Bulan ini cenderung dilupakan.
Jarang terlihat penyambutan dan jamuan.

Jangankan menyambut kedatangannya, banyak dari kita tidak sadar bahwa ia telah bertamu dalam kehidupan kita.

Saudaraku,
Kita telah berada di bulan *Dzul Qa'dah* .
Lumbung dari pahala dan mimpi buruk bagi setiap dosa.

Maksimalkanlah...
Perlakukanlah dia dengan semestinya dan jangan sampai kita "menganak-tirikan"-nya.

(Tafsir Ath Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Baqarah: 197 dan Surat At Taubah: 36)

 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri


The Rabbanians
| Juli 29, 2017 |

Senin, 17 Juli 2017

Mengenal Allah


Kemuliaan suatu ilmu bergantung pada kemuliaan objek yang dikaji. Begitu kata para ulama kita. Dengan begitu ilmu yang paling mulia adalah ilmu ushuluddin (pokok dasar agama; ilmu akidah Islam).

Sebab, objek yang dikaji adalah perkara paling mulia, paling penting dan paling berguna. Objek yang dikaji adalah perkara paling darurat dan paling prioritas dalam hidup seorang hamba. Objek yang dikaji adalah perkara yang tidak boleh tidak harus diketahui dan diamalkan oleh seorang hamba. Jika ini luput dari kita, dapat dipastikan kita akan menjadi hamba yang sengsara, binasa dan celaka. Sengsara di dunia tidak seberapa, tetapi sengsara di akhirat alangkah hinanya kita: hancur lebur kita di sana, siksa yang terus menerus menimpa, seditik saja haram kebahagian untuk kita di sana. na'udzu billah min dzalika.

Ilmu ushuluddin membahas tentang kebutuhan kita kepada Allah. Kebutuhan kita kepadanya di atas segala kebutuhan, darurat di atas segala darurat. Sebab, tak ada kehidupan bagi hati, tak ada kenikmatan dan ketentraman serta ketenangan kecuali dengan mengenal Tuhannya: Pencipta dan sesembahannya.

Mengenal Allah dengan segala hal yang berkaitan dengannya berupa nama-nama, sifat-sifat, perintah-perintah dan larangan-laranganNya adalah perkara yang tidak mungkin bisa dicapai secara mandiri oleh nalar akal manusia.

Kita sama sekali tidak mengesampingkan akal, tetapi akal manusia itu terbatas jangkau nalarnya sehingga harus dibimbing oleh wahyu.

Oleh karena itu, dengan rahmat-Nya, Allah mengutus para rasul untuk memperkenalkan diri-Nya dan mengajak kepada-Nya, memberi kabar gembira kepada yang menjawab ajakan itu dan memberi peringatan kepada yang menentang. Inti risalah dan seruan mereka adalah mengenal Allah dengan nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya.

Dalam pada itu ada dua perkara penting yang wajib kita ketahui.
Pertama, mengenal jalan yang mengantarkan kepada Allah. Jalan ini adalah syariat Allah.
Kedua, Mengenal orang-orang yang meniti jalan tersebut, apa yang mereka dapatkan sesampainya mereka kepada-Nya.

Dua perkara tersebut adalah hal pokok dan wajib, sebab orang yang paling makrifat adalah orang yang paling mengikuti jalan Allah (jalan syariah; ash-shiroth al-mustaqim) dan yang paling mengenal keadaan orang-orang yang meniti jalan tersebut ketika mereka sampai kepada Allah.

 Ustadz Fahrudin Madjid, LC


The Rabbaanians
| Juli 17, 2017 |

Sabtu, 15 Juli 2017

Terimalah yang telah terjadi


Terimalah yang Telah Terjadi

Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhu bercerita bahwa Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam datang membesuk seorang badui yang sedang sakit, dan biasanya bila membesuk orang sakit beliau Shallallahu'alaihi wa Sallam berkata:

لاَ بَـأْسَ طُـهُوْرٌ اِنْ شَاءَ اللهُ

Tidak apa-apa, semoga penyakit ini menjadi pencuci bagi dosa-dosa, Insya Allah (HR. Bukhari)

Namun ternyata orang tua itu menanggapinya dengan sinis, ia berkata: "Sekali-kali tidak benar (yang kamu ucapkan), melainkan penyakit ini adalah panas yang mendidih, yang menimpa orang yang telah tua agar mengantarnya ke pekuburan."

Maka Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda, "Iya, moga demikian (kalau itu yang kau inginkan)," , maka Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam bangkit. (HR. Bukhari no. 3616).

Dalam riwayat lain (yang perlu dikaji) di dalam kitab al Kuna Daulabi no.443, Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam mengulangi perkataannya sampai tiga kali, namun orang itu bersikeras dengan ucapannya, maka Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam pun mengiyakan, dan disebutkan dalam riwayat itu bahwa di sore harinya orang tua itu telah diantarkan ke pekuburan.

Terimalah yang telah terjadi
Berharaplah pada rahmat Ilahi
Niscaya semuanya akan menjadi lebih indah dan menawan hati
Janganlah menjadi orang tua malang yang hidupnya kelam dan sengsara.

✍🏻 Ustadz DR. Syafiq Riza Bin Basalamah, MA


TheRabbaanians
| Juli 15, 2017 |
Back to Top